Tuesday, November 24, 2009

Duo psychedelic - MGMT

Climbing to New Lows adalah sebuah album yang rilis tahun 2005 dari sebuah band bernama The Management, begitu duo sakit jiwa ini menamakan diri mereka di atas panggung, namun sebelum benar-benar berada di panggung, mereka berganti nama, karena ternyata The Management sudah digunakan oleh seniman lain. So this two psycho people known as MGMT. Sounds more simple in a mysterious way isn't it? haha ..

Andrew James VanWyngarden and Ben David-Martin Goldwasser is a weird name and laborious to pronounce. They are just an ordinary college student of Wesleyan University until the year of 2005, came out a mini album, Time To Pretend EP. Soon as they are graduated at the same year, they went to a tour becoming an opening band from one of my favorite, Of Montreal.

Tahun 2007, duo VanWyngarden dan Goldwasser ini masuk dapur rekaman dengan produser handal sekelas Dave Fridmann, yang juga memproduseri The Flaming Lips, Weezer, Thursday,Phantom Planet, Clap Your Hands Say Yeah, bahkan band asal Fukuoka seperti Number Girl.
Fridmann membantu MGMT untuk memulai debut album mereka yang akhirnya rilis 2 Oktober 2007 secara digital dan keluar dalam bentuk CD pada 22 Januari 2008. Debut itu diberi nama yang aneh Oracular Spectacular.

Berisi 10 lagu, dengan dua lagu dari mini album mereka yang menjadi hits di radio-radio seluruh dunia, "Time to Pretend" dan "Kids". Delapan lagu sisanya adalah racikan spicy dari duo ini ditambah bumbu jenius dari Fridmann, yang menghasilkan lagu untuk menemani saat produktif kita dengan lampu hijau campur merah di ruang sempit nan panas. Akan nyaman juga untuk menemani anda membakar tumbuhan hijau di atas kertas. Atau keadaan apapun itu di saat kita lepas kontrol dan bergerak pasti untuk menggila dalam sebuah private party bersama teman akrab yang bisa menikmati ketidakdisplinan musik.

November 2007, MGMT tampil pertama kalinya di Eropa, tepatnya di sebuah night club terkenal di London yang dulu dikenal sebagai Camden Palace Theatre, dan sekarang bernama KOKO. Night club yang wah untuk penampilan perdana MGMT di London bersama dengan Asobi Seksu sebuah shoegazing band asal New York dan band asal Middleton The Courteeners.
Tahun 2008, MGMT lanjut menggila di panggung Festival Musik SXSW yang ke-22 sekaligus di festival Austin City Limits. Selanjutnya MGMT bermain di berbagai festival musik, sebagai band pembuka untuk Radiohead saat di Manchester, band pembuka untuk MIA,
bermain bersama Beck, Bloc Party, hingga Jane's Addiction.
Setelah bermain dari gigs ke gigs, menjadi band pembuka untuk band-band besar terdahulu, akhirnya 9 Juni 2009 MGMT memulai show mereka sendiri di Little Rock, Arkansas. Band pembuka dari show pribadi mereka adalah sebuah band baru, dengan hits di radio "Bruises" yang sangat menyenangkan, Chairlift. Sepertinya Chairlift juga akan menjadi nama besar beberapa tahun ke depan, saya pribadi tertarik dengan band yang satu ini.
Panggung berikutnya adalah saat Paul McCartney tampil di Fenway Park di Boston pada awal Agustus tahun ini. MGMT tampil sebagai band pembuka. Dan pertengahan Oktober kemarin, MGMT merupakan salah satu headliners di Treasure Island Music Festival, San Fransisco, California.

Jika bermain ke rumah duo asal Brooklyn ini, maka kita akan menemukan piala penghargaan dengan titel "Best Track" untuk Time to Pretend, dan "Best New Band" dalam Shockwaves NME Awards di London, Februari 2009.
Man on the Moon: The End of Day adalah debut album Kid Cudi, rapper anyar usia 25 tahun yang menggaet MGMT untuk berkolaborasi dalam lagu "Pursuit of Happiness". Selain Cudi, lagu "Worm Mountain" dari album terbaru The Flaming Lips, Embryonic, juga menampilkan kolaborasi yang ciamik dengan MGMT.

Ini sudah akhir tahun, dan sebentar lagi kita akan menyambut 2010, begitu pula dengan MGMT. They are welcoming the new year with their coming up new album called Congratulations. Direncanakan rilis Januari 2010. VanWyngarden dan Goldwasser bersama dengan live band mereka Matthew Asti (bass), James Richardson (guitar) dan Will Berman (drums), menghabiskan musim panas tahun ini merekam lagu-lagu baru di Malibu. Fridmann tidak bergabung memproduseri MGMT lagi, Sonic Boom atau Pete Kember yang kini mereka temui setiap masuk studio pada musim panas kemarin.

So here comes the 2010, here comes the Congratulations. Really cannot wait...

Thursday, November 19, 2009

redup

ketika semesta dan alam raya ini bergejolak, badai, hujan lebat, petir, angin kencang, gempa, tsunami, dan pergejolakan lain bersilih mengisi.
sama halnya dengan gejolak yang tumbuh dan berkembang dalam tubuhnya. di dalam bergemuruh tapi semua pintu sumber suara ditutup dengan kesengajaan, karena dorongan pribadi dan tekanan yang dibuat-buat sendiri.
bisu.
diam.
terkunci.
kahayalannya dengan kejadian kejadian nyata bergumul.
berebut tempat di otak dia.
lesu dan tidak bisa menjawab pertanyaan orang. dungu.
karena guncangan di otaknya patah dan sambung. bertubi-tubi.
letih yang sudah beribu kali.
mematikan lampu dan semua jadi gelap.
dia mematikan diri.

*malam sebelumnya
terdengar kabar kalau bintang mau datang ke bumi dini hari ini.
dia menanti dengan seribu bintang lebih banyak dari bintang yang akan datang.
menantikan beberapa jam keliapatan tiga, belum ada tanda bintang datang.
dia pun mulai lelah, lalu sengaja lengah..
tertidur sebentar dan lalu melonjak kaget.
terketuk pintu dengan sengaja dan kuat..
dibukakannya pintu itu, dan *BANG* terpelentar jauh di atas jerami yang sengaja ditumpuk di dalam rumah.
perlahan membuka mata, dia terkejut..
BINTANG! "apa kabar?" begitu ucapan yang berada di bagian paling terluar lidahnya..satu-satunya kalimat yang bisa terucap..
bintang diam, begitupun sepertiga malam itu, sunyi.
tapi dia merasakan darah mengalir dari tumit sampai ubun-ubunnya, hangat.
dan yang sunyi jadi terlalu ramai..memekakkan telinga, seperti ada yang meniup sangkakala tepat di gendang telinganya.
"bagaimana perjalanan?" dia mencoba mematahkan kebisuan...
bintang hanya senyum..
dia duduk dekat-dekat bintang, lalu berlagak menjauh..
namun hal yang sama dilakukan bintang, duduk mendekatkan, lalu mulai membaui dia.
"wanginya tidak ada perubahan"
"sengaja, supaya ketika kau turun kau bisa mencariku dari bau"
"aku tak lama"
"selalu begitu"
"tapi aku rindu..."
tidak dia jawab, karena seketika tangan bintang meraih tangannya..dicengkram erat, seperti beruang mencengkram salmonnya. makanan.
dicengkram juga tangan yang satunya. awalnya tak berkata, namun tiba-tiba...
"saya rindu sekali, tapi saya tidak pernah bisa lama di sini, bahkan saya tidak tahu rindu dan obsesi memiliki ini untuk siapa saja...saya benar sedang kebingungan. tapi saya rindu..saya tidak lama.."
dia menangis....
diciumnya bulir-bulir tangisan di pipi dia, bintang meratakan air asin itu diseluruh wajahnya..
sampai pada ujung bibir dia, bintang berhenti.
menahan nafasnya yang memendek sedaritadi dan menghela, perlahan menarik wajahnya jauh dari bibir dia, dan detik berikutnya adalah bintang menyentuh bibir dia dengan ke-lima sikunya yang rapi meliuk, terlatih....
dia terpejam.
membelalakkan mata hatinya namun menutup rapat akses masuknya cahaya luar ke dalam tubuhnya.
seketika ada satu lebah menabrak-nabrak dinding rumen yang tidak pernah dia miliki..
disaut suara deru langkah ribuan pasukan perang bangsa sparta dan xerxes..
lalu dia seperti dibuat lebam oleh pukulan tabung bambu wadah makan orang papua..
dan dia tertawa hanya di bagian ujung bibir kecil itu..
dia masih terpejam, bintang membuka mata..
melucuti dia dengan mata tajamnya dari pori ke pori.
dia tersipu..
namun dipelajari sesaat kegiatan pelucutan ini, dia lalu menggulung bibir kecilnya yang tidak meninggalkan senyum di bagian ujungnya..
dia dijawab..
sekejap jawab itu pula yang mengusir bangsa sparta tanpa meninggalkan xerxes.
melenyapkan lebah dengung yang membuat rumennya tak keruan.
dan memangkas tabung-tabung bambu yang diterima, sambil mengembalikan ke orang-orang papua itu.
semua pergi dalam ramai.
ramai sampai orang bosan ramainya..
dia diam.
tak berani menerka.
terkaannya sering keliru.
dia hanya diam dan menerima.
bintang beranjak dari tempat duduknya yang tadinya berdekatan...
pamit pulang ke galaksinya di atas sana.
bukan galaksi di mana zeus menempatkan bayi heracles pada payudara hera.
galaksi yang berbeda.
bintang pamit.
berkendara sendiri, dia tahu dia sepi dia rindu, tapi justru bintang terlalu ramai untuk dirinya sendiri..
dia hanya kuat berdiri di ambang pintu, menyaksikan asap burgundi dari berkendara sendirinya bintang.
bintang pamit *kesimpulan yang diambil*
karena sebenarnya bahkan bintang tidak tahu kosakata pamit.
bahkan dia yang tidak berasal dari bima sakti tidak tahu bagaimana pamit.
bahkan dia tidak berkata apa-apa.
dia memandang perginya bintang.
pasti di belahan bumi yang lain kepergiannya dari bumi mendapat tepuk tangan yang meriah.
elegan.
angkuh.
namun bagi dia, kepergiannya adalah satu pertanda bahaya.
bahaya untuk menanti ataupun menerima kembali.
bintang pergi tanpa pernah pamit.
tidak diperlukan pamit jika nanti berujung untuk bertemu kembali.
hanya saja dia sudah mulai hapal dan muak dengan rute yang pahatannya meliku di situ saja.
dia tidak lagi menangis, menghela nafas dan nafasnya memendek sekarang.
dia mencengkram erat nadinya di tangan sambil memendekkan nafas dan menghentikan dengan sengaja.
menutup semua akses cahaya dan udara dari tubuhnya.
dia mematikan diri.

==teruntuk bintang dan dia==

Wednesday, September 16, 2009

Mengejar Senja

Saat itu senja.
Matahari sudah mau pulang.
Tapi memang kita mengejar senja.
Dan di sisi lain, tak ingin matahari bergegas pulang.

Kita duduk tanpa alas, kamu menyilakan kaki, dan aku melekatkan kedua lutut ke dada.
Aku haus, lalu kamu menyodorkan sebotol kecil bir yang sudah tidak dingin lagi.
kamu berbisik lapar, lalu aku menyuapkan keripik keju ke mulutmu.
Dan kita pun mulai menyelami kejadian-kejadian lapau, sambil sesekali aku menyodokan siku ke perutmu, dan kamu sesekali mengacak-ngacak rambutku.
Lalu membicarakan masa ini, di mana ternyata kita berdua sama-sama mengalami kegamangan.
Sering merasa tidak bisa mempertanggungjawabkan usia ini, dan merasa menjadi orang yang paling mengada-ngada.

Tapi tiba-tiba berbelok mendebatkan isu terhangat dari dunia maya.
Berdecak saling tidak percaya atas hal-hal yang masih kabur namun didalil fakta oleh media.
Sambil sesekali tertawa geli terhadap kenyataan yang diterima.

Dan sekarang kita terlibat perbincangan penafsiran mimpi.
Aku ingin aku itu.
Kamu ingin kamu itu.
Banyak yang ingin kita capai....
Rencana demi rencana terlontar dari ujung lidah, tapi kita sama-sama tidak menyebutkan dengan siapa akan menjalankan rencana itu.
Apa kamu sendiri? Aku sendiri?

Angin saat itu sedang genit, beberapa kali mengelus pipiku dan menggoyangkan rambutmu.
Dia ingin terlibat dalam pertautan aneh ini.
Tanpa terasa matahari benar-benar sudah pulang.
Rasanya saat itu, aku ingin membekukan matahari agar tetap berada di 3/4 dari setengah lingkaran bagian bumi yang masih terang ini.
Agar aku dan kamu tidak beranjak dari posisi duduk kita yang sambil ditemani angin yang sedang genit.

Aku ingin tetap ada di sini, dan tak ingin matahari pulang.
Aku ingin melakukan ini berulang-ulang.

Tuesday, September 8, 2009

late night note

saya tidak akan menggunakan istilah ilmiah, olah kata yg bikin orang buka kamus, atau bikin org nanya sama org di sebelahnya, atau yang membuat org berpikir tulisan ini adalah tulisan serius.
haha.
namanya juga di bawah pengaruh.....................(biasanya org lgsg berpikir alkohol, hehe, but that's not me) di bawah pengaruh kantuk.

saya sedang berada di rumah seorang teman.
dia sudah tertidur pulas, mission accomplished then, haha.
saya sengaja diminta untuk inap di rumahnya.
biasa..putus cinta.
dan saya pernah melakukan hal ini sebelumnya, baik dengan dia, ataupun dengan teman yang lain.
baik menemani, atau ditemani.

apa ini siklus abadi?
poor us then (red:women).
selalu harus melalui malam2 di mana yang diinginkan hanya cepat tidur dengan pulas.
sindrom pasca kehilangan sesuatu yang dianggap penting dan berharga.
lucky you guys! karna kita menganggap (setidaknya pernah) kamu2 sebagai sesuatu yg berharga, bahkan punya kekuatan hebat untuk membuat kami2 terjaga.
saya sih ga mau ini kelihatan spt curhat..
but that's a reality I and you (women) have to deal with.
siklus yang membosankan.
ketika kesenangan sudah out of date atau bahkan kadarluasa.
lalu datang malam2 seperti ini.
di mana yang paling diinginkan adalah matahari cepat2 pulang. cepatlah kau pulang mat (seharusnya baca:matahari) aku ingin cepat gelap! aku ingin cepat dijemput kantuk. aku ingin pulas. tapi jangan beri aku mimpi ya! awas kau! aku tak butuh mimpi di saat seperti ini! aku ingin kehampaan. netralisasi. karena lewat mimpi aku masih bisa teriris. mimpi itu pertanda dia belum habis kontrak tapi sudah cabut, tanpa bayar sepeserpun atau menyelesaikan tanggungjawabnya.
ga enak deh bangun dengan bantal basah.
aku, kamu, dan kami, ganti sarung bantal sampai 3/4 kali.
susah sekali ternyata untuk terlelap. bermalam dan berminggu. bahkan ketika sudah ada orang baru.
saya mengakui, haid semacam ini sakit tidak hanya di bagian perut, tapi juga di bagian pipi, pelipis mata, hidung, jemari tangan, siku, bahkan lutut.
kasian perempuan2 yang baru putus...kasian saya waktu baru putus..
tapi ini siklus perempuan, seperti haid, semua yang berjenis kelamin sama akan merasakan.hilang dan datang lagi.

and you know what, now Im wondering...
apa haid semacam ini juga dialami laki2?
*sigh*
chill...that's what I called LIFE....

Thursday, May 7, 2009

Pastikan Saya Aman

Krn ini jam 1.50 dini hari,,maka saya hanya akan menulis yg ringan2.

Sialannn......
Paling ga enak tuh ketemu sama org yg paling kita suka, yg dtg dari jaman baheula ya kann, dlm keadaan yg sangat tidak amat baik. hahahaha.
Knp gw hrs ketemu dy dgn cara spt itu??
Ga bagus abiss..hihihi.
Tp yaaa sisi bagusnya berarti dy sudha bisa lihat gw dalam keadaan yg ga bagus, ga ad ayg gw tutup2in ya kann..ahaha.
Tp kata2 pertama yg muncul dari mulut dy agak bikin shock jg sih, hahaha. Ga usah dipublish deh, daripada daripada ya kannn..
hee
Intinya gw ketemu dengan oknum SWS..haha. (gmn kl orgnya baca yah, psti dy bisa nebak)...sa bodo teing...(yakin bgt penulisannya salah).
Dia itu skrg ada di kota yg sama dgn gw.
Sama2 menuntut ilmu di kota orang.
Dan anehnya kita hrs ketemu dgn tanpa rencana dan dgn cara yg mengagetkan. Dan itu membuat gw terlihat bodoh sekaligus terkejut.
Gw masih ada apa2 ternyata. Masih bersisa di sini...iya di "sini". Sialan.
Dan gw pikir pertemuan itu hanya akan jadi pertemuan teman lama, yg tidak akan berlanjut kmn2.
Kita sempet tukeran nomer hp, tp gw tdk berharap byk bakal dihubungi, krn sekali lagi dy terikat sesuatu yg sangat mengikat. Hahahha.
Well, tebakan gw meleset, krg dari 24 jam, dy tlp. Menanyakan keberadaan, hahah.
Dan dimulai dari hal kecil itu, dia terus menerus melakukan updating info,hahaha. What a funny guy!
Yayayaya...pad aintinya,, dy sudah berhasil membuat gw 'menunggu' kedipan sms masuk di hp, dan rajin tapi tidak rutin telpon dan telpon, senang ya pasti lahh...
But you know what...Im kinda loosing my self defense...
Gw hampir kalah.
Hahaha.
Padahal...uti yg skrg kan uti yg kuat dan tangguh.
hihiihi
Hummm tp santaiii....Gw masih bisa nahan untuk kembali menikmati hal2 sentimentil yg sampai sekarang bayanginnya aja gw masih rada males.
Yaa,,,tp jatohnya gw suka kdg pengen dan iri lyt org pacaran.
Udah lahhh....masih suka sama lagunya Oppie ini.."Im single and very happy..."
HAHAHAHAHHAHAHAHAHAH
ni postingan ga penting bgt dahhh....
biarin deh nyampah sekali2....hihihih. tempat sndr ini.hee.

udah ahhhh
gw mw udahan,,,
ni pk hp gw culek k laptop,, jd lemot abisss malasss..
namanya jg first trial hehehe.
deeee gtg nihhh...(hahahah)

Thursday, April 2, 2009

Dari Masa Lalu

Memang sudah berlalu sekali, untuk mengingat periodenya pun mungkin sudah sulit. Apa yang sudah saya lalui melebihi apa yang akan saya lalui, paling tidak itu pemahaman salah kaprah yang meluncur begitu saja dari mulut saya dengan berbagai gaya bahasa kepada beberapa bahkan katakanlah semua teman yang saya miliki ketika saya mengalami masa sulit itu. Maybe if there was an alarm near me, it would speak, the alarm would buzzes just like in a trivia quiz where the contestant spelling the wrong answer. Ya..salah kaprah berarti salah menerjemahkan sinyal yang diberikan Tuhan. Bukan Cuma provider yang sinyal nya hilang-timbul, manusia juga, dengan insting sekuat apa pun pasti akan mengalami kehilangan sekaligus kaget atas kemunculan tiba-tiba dari sinyal Tuhannya masing-masing. Me either. Saya pernah benar-benara kehilangan Dia, keyakinan yang tanpa iman, jalan seperti hanya merupakan alat pemuas kaki saya untuk menunjukkan fungsi sebenarnya, tapi bukankah kaki itu punya banyak kegunaan lain selain berjalan? Dan saya tidak menyadari itu. Saya, pada periode itu, terlalu fokus pada hal-hal sentimental, yang mungkin kalau diteruskan sampai saat ini akan membawa saya pada kenihilan. Tapi bukankah Tuhan kita masing-masing menciptakan sesuatu bukan tanpa rencana dan tujuan? Every inches from every details in this world, stands for something. Sesuatu yang mungkin akan kita ketahui secara terlambat, atau bisa jadi sesuatu yang mungkin akan kita ketahui terlalu cepat. Bahkan sampai detik ini tidak ada yang bisa menjelaskan alasan kenapa Tuhan harus mengeluarkan saya, anda, kamu, dan dia dari vagina kaum hawa. Kenapa tidak melalui mulut? Mungkin telinga, atau kenapa tidak dubur, yang punya lubang, well it looks like, jauh lebih besar daripada vagina. Dan mengapa yang melahirkan itu harus perempuan bukan laki-laki. Hal-hal yang tidak bisa dijelaskan sampai kapan pun itu - sudahlah biarkan hal melahirkan, vagina, dan perempuan itu jadi suatu yang tidak bisa dijelaskan seabadi mungkin – terus menerus terjadi bukan hanya pada satu dua manusia. Seperti saya yang tidak bisa menjelaskan mengapa harus bertemu dia, begitu menyayangi dia, sempat berpikir tidak bisa hidup kalau tidak dengan dia, bahkan sampai tidak ingin dicium orang lain kecuali dia.

Percaya sama saya, bahkan sedatar apa pun seseorang, pasti dia akan tetap menjadi orang yang paling tolol di dunia ini ketika harus berkutat dengan segala jenis kejadian, masalah, atau kenangan yang melibatkan perasaan. And being stupid is very human. Akui saja, kita itu terlalu senang menjadi manusia. Seperti mendapat pembelaan yang sempurna ketika ada orang lain yang berpendapat “wajar, itu sangat manusiawi”. Yes I won as a human! Tapi bukan pemenang jika kita tidak tahu apa yang membuat kita menang. Semisal, ada sebuah pemilihan wajah majalah, kita tidak sepenuh hati ingin turut serta, bermodal doa asal yang bahkan tidak pernah diucap sebelum tidur. Namun siapa sangka doa yang tak pernah diucap itu justru terkabul, entah bagaimana caranya akhirnya kita menang. Sampai di podium kita terlihat sangat terkejut, bahkan tidak bisa menyebut kelebihan diri dari seorang pemenang. Itu terjadi karena kita tidak tahu, apa yang membawa kita sampai podium itu, modal awal doa asal yang bahkan tak pernah diucap justru membawa kita pada sebuah kejayaan. Unfortunately, that was called lucky. Keberuntungan itu ada dan tersebar secara acak di dunia ini. Jadi, apa yang bisa buat saya jadi pemenang sungguhan? Saya harus tahu, karena apa saya menang. Dan menang adalah perasaan ingin menghargai diri sendiri yang ternyata sudah bersikeras mendapatkan sesuatu, bahkan sebelum kita sadar bahwa kita sudah melampaui batas standar hidup kita dalam meghadapi sesuatu. Menang menurut saya bukan kenyataan, tapi buah pikiran dan hanya bisa dirasakan dalam diri ini sendiri. Schumy boleh sering jadi jawara balap F1 Racing Grand Prix, tapi di saat yang sama ketika lagu kebangsaan Jerman berkumandang di podium, bisa saja Schumy justru merasa kalah, mungkin oleh champagne yang alih-alih bisa menghasilkan peny untuk beberapa orang malah dibuang-buang siram ke sana ke mari setiap ia menang. Harusnya pikiran yang menganggu sedemikian rupa bisa membuat Schumy kapok menang, tapi kenyataannya ia menang tetaplah menang. Jadi menurut saya menang bukan tentang kenyataan.

Buktinya, saya merasa sudah menang walau tidak terlihat seperti itu. Saya menang, paling tidak di beberapa ronde dalam suatu pementasan. Ronde di mana saya bisa mengungkapkan perasaan terdalam yang dulu tidak pernah bisa saya gali bahkan saat paling memilukan yang menimpa keluarga saya terjadi. Ronde di mana saya bisa tanpa malu berlagak dan berbicara pada hampir siapa saja seakan saya benar-benar sedang tidak bertingkah berlebihan dalam menunjukkan perasaan saya. Ronde di mana saya bisa menunggu waktu berdetak secara familiar, dengan detakan yang tenang dan tidak ada riak, untuk menyampaikan apa pengharapan saya atas apa yang sedang berlangsung. Ronde di mana saya bisa mengalahkan harga diri saya sendiri, melepas lencana kebanggaan dari seorang manusia yang sampai saat ini masih sering diperjuangkan sekelompok demonstran di jalan-jalan protokol, untuk duduk rata dengan tanah dan berucap permohonan non esensi. Ronde di mana seluruh anggota tubuh ini mencoba mencari sketsa yang bisa mewakili perasaan tulus dengan satu tujuan saja, yakni membuat suatu persentuhan batin dan batin. Ronde di mana saya memaksakan diri untuk menanti menjadi memar akibat pergesekkan, bahkan benturan sambil menunggu reaksi tubuh yang paling ekstrim, muntah karena melihat darah diri sendiri mulai mengucur deras. Dan beberapa ronde lain yang hadir di tiap babaknya, dengan jalan cerita dan tokoh-tokoh sampingan yang silih berganti. Tapi penulisnya mungkin sedang mengalami sindrom mati ide, tidak mengerti hendak dibawa kemana cerita ini, lalu dia memutuskan untuk berhenti menulis. Mungkin untuk jangka waktu tertentu sambil tidak menutup kemungkinan tidak ada cerita selanjutnya yang perlu ditulis lagi. Jika benar ia tidak menulis untuk kisah ini lagi, pastikan diri kita tahu betul bagaimana menikmati tiap lekukan dari pahatan yang sudah cantik berplitur di meja pajang itu.

Hah. Seketika ingin berkata pada cermin yang memantulkan bayangan semu saya sendiri, “Saya menang dalam ronde di mana saya bisa melupakan dengan cara tidak mengungkit”

Sunday, March 22, 2009

Siapa Bilang Siaran Itu Mudah?

ahahaha...udah berapa lama yah gw jadi penyiar,,um mgkn aktifnya itu bisa dihitung sekitar 2thn lebih, mau tahun ke-3...heheh.

Dulu gw siaran biasa, request2 doank...tapi jaman berganti, orang-orang pun berganti..senior2 pada minggat cabut dari radio mencari the real challenge behind the real job...ya,,,gw g blg penyiar bukan pekerjaan yang nyata jg sihh,,but Im talking about your own desk, your own computer, with couple of employees, and some colleagues...that's called the real job (for some people)...and Im also talking about facing your own client, attending couples of meeting outside your office, having personal driver, work with bunches of crew making movie, recording a studio album with a brand new artist, or maybe having a hundreds singing show out of town is the real job for the rest of 'some people' I have mantioned.

Yaaa...sambung lg gmn?hehehe.....

Dulu gw siaran biasa, request2 doank...tapi krn senior2 udah pada ngicir,,haha bahasa gw...jd alhasil ada beberapa kekosongan di beberapa program acara Prambors. Weekdays or weekend, akhirnya, tanpa melalui proses panjang, gw d angkat (apakah ini diksi yg tepat), what ever it is..gw dkasih satu acara sendiri. The show called LOLIPOP...sebenernya ini adalah variety show, di mana penyiarnya, secara bahasa simpel, terserah mau ngelakuin apa aja...

hahaha. NICE! Terserah gw donk????!!! Harusnya...tp gmn yahhh??? Ada satu wacana yg lalu mengganggu pikiran gw..."Terserah yg bagaimana yah yg bisa ningkatin pendengar, ningkatin pengiklan, dan bikin seneng orang program" secara ini adalah jam prime time, 3-6 sore...HAHAHA...NICE!!! Cakeeeppp,,, gw punya tanggungjawab yg besar di sini..huhuhuuhu.ngeri bgt sih awalnya,,merasa beban,,,huff.tp ini tanggungkawab yg hrs gw jalanin.

Daann....emang sihhh,,, dari dulu tuh gw udah sadar,, kalo yg namanya siaran itu TIDAK MUDAH SAMA SEKALI... If you dont believe me, just try it by yourself! You have to buzzes listener with some essentials information, while in the other hand you should entertain them with good taste of music, great experience, jokes, and some other things. Huff. Lw bener2 dtuntut untu berpikir 'taktek', very fast, without a script (in my radio) you have to know exactly (word by words) what will you tell to the listeners.... Dan itu adalah salah satu bentuk tanggungjawab pada publik menurut gw. Gw ga muluk2 berorasi di depan remaja usia SMA sampai kuliah tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh, atau gw ga usah susah-susah nulis artikel di koran tentang gimana cara flirting yang jitu. I dont need to do that, and public doesnt need me to do that. Yg gw lakukan hanya duduk di kabin, dengan microphone menyala, tinggal ngmg bla bla bli bli..semua informasi dari mulai pentingnya jaga kesehatan tubuh sampai cara flirting yg jitu tadi. But its soo hard you know...Gw g tau kenapa, tp susahh ngmg itu...haha. Jadi penyiar itu susah bosss!!

Gw mw menggambarkan bagaimana susahnya jadi penyiar, tapi untuk melakukan itu saja sulit. Gini aja, I'll give you the list (tdk mencakup semua), apa saja yg dibutuhkan untuk menjadi penyiar:

1. Penyiar itu harus selalu update info (well for this case, let say thanks to internet).

2. Penyiar harus eksis (dengan caranya sendiri2), kita harus kenal dan dikenal orang banyak, semua orang jadi penting untuk dikenal, tukang parkir sampai bos provider.

3. Penyiar harus punya diksi yang bagus dan pas untuk segmentasi radionya (Im working hard on this one)

4. Penyiar harus pinter ngeles. Lu harus selalu tau jalan keluar dadakan dari kekosongan, kegaringan, kementokan, ke-apa pun itu dari pembicaraan lw pas on air.

5. Penyiar harus punya banyak temen. Mgkn sudah cukup terwakili dgn nomor 2, tp yg gw maksud di sini, being a broadcaster is being a friends for thousands people. Lw harus punya banyak teman di luar sana, untuk ngedukung lw siaran, untuk bantu naikin pendengar.

6. Penyiar harus sering menggunakan inderanya. Dengarlah cerita orang, pengalaman, sampai hal-hal tolol yang pernah orang-orang lakuin, baca yang banyak, lihat dan perhatikan hal-hal detil sekitar lw, rasakan berbagai posisi orang, semua itu untuk dijadikan inspirasi perbincangan.

7. Penyiar harus beda dari yang lain. You are no one till you talked. Lw sama dengan teman-teman lw yang lain? Gmn orang mau 'mengenali' lw dari yg lain? Beda bukan berarti lw harus glam sendiri, hello!! different doesnt mean glam. Lw harus tau bagian mana dalam hidup lw yang menarik, yang bisa dibagi ke orang banyak.

8. Penyiar harus sering bermain dan belajar. Main yang banyak, ke mall, cafe, distro, pantai, nongkrong pinggir jalan, kucingan, smuaa....dan belajarlah di semua tempat yang lw kunjungi itu.

9. Penyiar harus sering mengasah kemampuan ceritanya. Talk to your friends, tell them some story, penting ga penting ga masalah. Makin banyak lw crt, makin mudah lw mengungkapkan sesuatu.

10. Penyiar harus tau banyak. Musik menurut gw adalah bagian penting yg harus lw kenal, kl lw g tw, g usah sok tau, lebih baik diem aja. Selain itu, lw harus tau ttg dunia, ttg negara lw, apa aja yg terjadi di sekitar lw. Lw hrs tau sesuatu yg org biasa g tw..

Humf,,,,masih banyak bgt yg dibutuhijn buat jadi penyiar... Banyaaaaaaakkk bgt...

Dan semua yang udah gw sebutin itu, mgkn terlihat mudah, but trust me, if you face the microphone..put the headphone on your ears...everything will be different. Semua hal akan terasa jauhhhhhhh lebih sulit lagi.

Gw g bisa ngasi semua di sini, dan emang gw g tau semuanya....setiap nyebut satu, muncul dua kebutuhan lain untuk jadi penyiar, akan muncul dan muncul terus dan terusss....seiring berkembangnya jaman dahh pkonya. HAH! What a job! Sejauh ini, this is my job, dan tanggungjawab gw...Gw berusaha terus dan terus memperbaiki diri...(walaupun sepertinya tidak aan pernah cukup).....Sampai pekerjaan yg sebenarnya versi gw datang (krn gw ga bisa nunggu dia dtg, I have to pick it up),, gw akan lakukan yg gw mampu...

heheh Thats it...

Maybe some of you, who read this, have a plan in mind...."Gw mau ah nyoba jadi penyiar...". Then go for that!